Tips Memelihara Ular

Leave a comment

July 4, 2014 by Modz

Bagi anda yang ingin memelihara ular harus tahu tips memelihara ular,? namun sebelum tahu tentang tipsnya, anda harus tahu terlebih dahulu tentang ular. Apa itu ular? Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata).

Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Di gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, dapat ditemukan ular. Hanya saja, sebagaimana umumnya hewan berdarah dingin, ular semakin jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung, di daerah Irlandia dan Selandia baru dan daerah daerah padang salju atau kutub.

Banyak jenis-jenis ular yang sepanjang hidupnya berkelana di pepohonan dan hampir tak pernah menginjak tanah. Banyak jenis yang lain hidup melata di atas permukaan tanah atau menyusup-nyusup di bawah serasah atau tumpukan bebatuan. Sementara sebagian yang lain hidup akuatik atau semi-akuatik di sungai, rawa, danau, dan laut.

Ular memangsa berbagai jenis hewan lebih kecil dari tubuhnya. Ular-ular perairan memangsa ikan, kodok, berudu, dan bahkan telur ikan. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain, termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti ular sanca kembang dapat memangsa kambing, kijang, rusa dan bahkan manusia.

Berikut tips memelihara ular :

Jangan memegang ular yang baru diberi makan.
Memegang ular yang baru diberi makan (di perutnya masih terlihat tonjolan) bisa membuat ular memuntahkan kembali makanannya dan menyebabkan stress yang akhirnya akan menyebabkan kematian. Jadi, sebaiknya ular yang habis diberi makan jangan dipegang terlebih dahulu hingga perutnya kembali terlihat rata (tidak menonjol).

Bantu ular melepaskan kulitnya saat ular berganti kulit.
Kecuali pada ular kasur, ganti kulit (shedding) adalah peristiwa alami yang dialami oleh setiap ular. Ciri ular yang akan berganti kulit adalah warna kulitnya akan terlihat lebih gelap. Proses ganti kulit (shedding) biasanya terjadi satu bulan sekali, dan proses lamanya ganti kulit (shedding) biasanya satu hari. Perlu diperhatikan bahwa proses ganti kulit yang tidak sempurna dapat menyebabkan kematian. Maka dari itu, perhatikanlah ular saat berganti kulit, dan bantu ular untuk melepaskan kulitnya jika ada kulit yang tertinggal. Tarik secara perlahan kulit yang tertinggal tersebut hingga tubuh ular benar-benar bersih dari kulit lamanya.

Beri tempat berendam di dalam kandangnya.
Sama seperti hamster, ular termasuk hewan yang tidak tahan panas. Maka dari itu, sediakan tempat berendam berisi air di dalam kandangnya. Secara naluriah, ular akan masuk ke tempat berendam tersebut saat dia merasa kepanasan.

Itulah tips memelihara ular yang bisa disampaikan, ingin tahu yang terbaru dari kami, kunjungi terus tips cara merawat binatang peliharaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: